Meminang, artinya permintaan seorang laki-laki kepada anak perempuan orang lain atau seorang yang ada di bawah perwalian seseorang untuk dikawini, sebagai pendahuluan nikah. meminang adalah kebiasaan Arab lama yang diteruskan oleh Islam. meminang dilakukan sebelum terjadinya akad nikah dan setelah dipilih masak-masak.
Meminang harus memenuhi dua syarat:
- Tidak didahului oleh pinangan laki-laki lain secara syar'i, berdasarkan sabda Rasulullah SAW: "Seorang mukmin adalah saudara orang mukmin, maka tidak halal baginya untuk membeli (menawar) pembelian saudaranya dan tidak boleh meminang pinangan saudaranya, sampai saudaranya membatalkan pinangan itu." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
- Perempuan yang dipinang tidak terhalang oleh halangan syar'i, yang menyebabkan tidak dapat dinikah. sedang perempuan yang dapat dinikah, syaratnya:

- Tidak bersuami
- Perempuan itu bukan orang yang haram dinikah untuk waktu tertentu atau selamanya.
- Tidak dalam 'iddah, baik 'iddah ditinggal mati suami atau karena thalaq, baik thalaq raj'i maupun ba'in.
Apabila perempuan itu sedang menjalani 'iddah karena thalaq ba'in haram dipinang dengan terang-terangan, karena suami masih berhak merujuknya dengan akad baru, tetapi boleh dipinang dengan sindiran (kinayah)
Apabila perempuan itu sedang 'iddah karena ditinggal mati suaminya, ia boleh dipinang dengan sindiran di masa 'iddahnya, sebab hubungannya dengan suami yang mati sudah putus.
Sebab diharamkannya meminang dengan terang-terangan disini adalah untuk menjaga perasaan istri yang sedang berkabung, untuk menjaga perasaan keluarga dari ahli warisnya.
Allah berfirman: "Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikannya (keinginan untuk nikah) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji nikah dengan mereka secara rahasia kecuali sekedar mengucapkan kepada mereka perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu bertetap hati untuk berakad nikah sebelum bahis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya." (QS.2, Al-Baqarah:325)
No comments:
Post a Comment