Hukum-hukum yang Bertalian dengan Meminang

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
   Laki-laki yang meminang boleh melihat perempuan pinangannya, untuk melihat kecantikannya, agar lebih merangsangnya untuk nikah, atau untuk mengetahui cacatnya yang akan memberi kesempatan kepadanya untuk mencari pilihan lain.

Meminang

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
   Meminang, artinya permintaan seorang laki-laki kepada anak perempuan orang lain atau seorang yang ada di bawah perwalian seseorang untuk dikawini, sebagai pendahuluan nikah. meminang adalah kebiasaan Arab lama yang diteruskan oleh Islam. meminang dilakukan sebelum terjadinya akad nikah dan setelah dipilih masak-masak.

Pendapat Ibnul Qayyim Tentang Kafa'ah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
  Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari jenis laki-laki dan

Tinjauan Terhadap Kafa'ah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
   Demikianlah pendapat-pendapat sekitar kafa'ah dari para ulama madzhab dalam Islam. Ringkasnya ada tiga, yang ekstrim, longgar dan moderat.

Waktu Berlakunya Kafa'ah

   Kafa'ah dinilai pada waktu terjadinya akad nikah. Apabila keadaannya berubah sesudah terjadinya akad, maka tidak mempengaruhi akad, karena syarat akad di teliti pada waktu akad.

Kafa'ah Adalah Hak Perempuan dan Walinya

   Kebanyakan ulama berpendapat bahwa kafa'ah adalah hak perempuan dan walinya. Wali tidak mengawinkan perempuan dengan orang yang tidak sekufu kecuali apabila yang bersangkutan itu ridha.

Kafa'ah Itu Untuk Siapa?

   Kafa'ah dalam perkawinan itu diperlakukan bagi laki-laki, bukan bagi perempuan. artinya, orang laki-lakilah yang disyaratkan agar sekufu dengan perempuan yang akan di kawininya, setingkat dengan si perempuan dan si perempuan tidak disyaratkan harus sepadan dengan laki-lakinya. Hal ini dengan alasan: